SCSI (Small Computer System Interface)

Interface (antarmuka) yang menghubungkan sistem dengan banyak peripheral seperti harddisk, CDROM drive dan tape drive. SCSI distandarkan oleh ANSI (American Standards Institute) pada 1986 dan telah mengalami banyak peningkatan hingga sekarang.
Pada awal SCSI distandarkan dan digunakan SCSI memiliki lebar data sebesar 8 bit dengan clock sebesar 5 MHz. Adapun kecepatan transper maksimum yang dimiliki adalah sebesar 4 MB/s untuk yang asynchronous dan sebesar 5 MB/s untuk yang synchronous. Jumlah device yang didukung untuk keduanya adalah 7 buah (tidak termasuk host). SCSI generasi awal ini sering disebut SCSI-1.
Perkembangan selanjutnya dari SCSI-1 ini adalah SCSI-2 yang distandarkan pada tahun 1994. Pada SCSI-2 ini terdapat apa yang dinamakan Common Command Set (CCS) yang merupakan 18 buah perintah dasar. Diterapkannya CCS ini pada SCSI-2 didasarkan atas anggapan bahwa CCS ini merupakan kebutuhan dasar untuk dapat mendukung setiap peralatan SCSI. Selain penerapan CCS ini, SCSI-2 juga menawarkan lebar data yang lebih tinggi, bisa sampai 16 bit. Begitu pula dengan clock yang ditawarkan, bisa menjadi 10MHz. Istilah Fast SCSI dan Wide SCSI juga didasarkan pada peningkatan kecepatan transfer ini. Istilah fast menunjukkan clock yang digunakan adalah 10 MHz, sementara istilah Wide menunjukkan lebar data yang digunakan adalah 16 bit. Baik Fast SCSI maupun Wide SCSI, keduanya memiliki kecepatan transfer teroritis maksimum sebesar 10MB/s. Sementara untuk Fast/Wide SCSI (memiliki lebar data 16 bit dan clock sebesar 10 MHz). Kecepatan transfer teoritis maksimum yang dimiliki adalah sebesar 20 MB/s. Untuk masalah jumlah device yang didukung, terdapat perbedaan antara Fast SCSI dengan Wide SCSI. Pada Fast SCSI jumlah device yang didukung tetap 7 (host tidak termasuk), sementara pada Wide SCSI jumlah device yang didukung adalah 15 (juga tidak termasuk host). Pada Fast/Wide SCSI jumlah device yang didukung adalah sama dengan Wide SCSI. Pada SCSI-2 ini juga terdapat sebuah fitur baru yang diberi nama Command Queuing. Command Queuing ini membolehkan sebuah device SCSI-2 menyimpan kumpulan perintah yang diperolehnya dari sistem untuk kemudian dikerjakan dengan urutan yang paling efisien. Kombinasi antara host yang hanya mendukung SCSI-1 dengan device SCSI-2 tetap dimungkinkan, begitu pula sebaliknya. Hanya saja terdapat kemungkinan tidak semua fitur yang tersedia akan bisa dimanfaatkan.
Perkembangan selanjutnya dari SCSI-2 ini adalah SCSI-3 yang mulai tersedia pada 1995, meskipun belum distandarkan secara resmi. Hal ini disebabkan pengalaman pada SCSI-2 yang membutuhkan waktu begitu lama untuk menstandarisasikannya. Jadi SCSI-3 ini adalah kumpulan dari berbagai standar yang berbeda-beda namun memiliki hubungan. Pada SCSI-3 ini kecepatan transfer teoritis maksimum mengalami peningkatan. Bila pada SCSI-2 kecepatan transfer teoritis bisa mencapai 20 MB/s, maka pada SCSI-3 hingga saat ini kecepatan transfer teoritis maksimum bisa mencapai 320MB/s. Beragam jenis SCSI-3 ini memiliki kecepatan transfer teoritis maksimum mulai dari 20MB/s hingga 320 MB/s. Lebar data yang dimiliki juga bervariasi, 8 bit dan 16 bit. Begitu pula clock yang dimiliki bervariasi mulai dari 20 MHz hingga 80 MHz.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s