Karang Taruna

MAKALAH KARANG TARUNA

Di Susun Oleh :
FEBRI HIDAYATULLAH

Tingkat : II
Jurusan : S1 – Sistem Informasi
Kelas : 2KA18
Dosen Pembimbing : Dodi Arief
Mata Kuliah : Teori Organisasi Umum #

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Saya sebagai penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah yang saya buat ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, atas kekurang dan kesalahan saya mohon maaf . Dan dengan selesainya makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman semua. Amin ya robbalallamin …
DAFTAR ISI :

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi
2.2 Sejarah Terbentuknya Organisasi Karang Taruna RW 04
2.3 Struktur Organisasi Karang Taruna RW 04
2.4 Faktor Penghambat Dan Pendorong Organisasi Karang Taruna RW 04
2.5 Visi Dan Misi Organisasi Karang Taruna RW 04
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Karang Taruna adalah suatu organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia dan merupakan sebuah wadah atau tempat pengembangan jiwa social generasi muda, karang taruna tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri khususnya generasi muda yang ada di suatu wilayah desa kelurahan atau komunitas sosial yang sederajat, terutama bergerak pada bidang-bidang kesejahteraan sosial. contoh dalam bidang ekonomi, olahraga, keterampilan, keagamaan dan kesenian sesuai dengan tujuan didirikannya karang taruna untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja yang ada dalam suatu desa atau wilayah itu sendiri, Sebagai organisasi sosial kepemudaan karang taruna merupakan wadah atau tempat pembinaan dan pengembangan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi, social, budaya dengan pemanfaatan semua potensi yang ada dilingkungan masyarakat baik sumber daya manusia dan sumber daya alam itu sendiri yang telah tersedia. Sebagai organisasi kepemudaan, karang taruna juga berpedoman pada pedoman dasar dan pedoman rumah tangga yang telah diatur tentang struktur-struktur penggurus dan masa jabatan pada masing-masing wilayahnya mulai dari desa, kelurahan sampai pada tingkat nasional. Semua ini adalah sebuah wujud dari pada regenerasi organisasi masyarakat. Adapun demi kelanjutan organisasi pembinaan semua anggota karang taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang, karang taruna beranggotakan pemuda dan pemudi dalam AD (anggara dasar) dan ART (anggaran rumah tangga) diatur keanggotaannya mulai dari pemuda pemudi yang berusia mulai dari 11 – 45 tahun dan batasan sebagai pengurus berusia mulai 17 – 35 tahun.
Organisasi karang taruna merupakan kumpulan individu dalam suatu wadah untuk menyalurkan aspirasi dan mengasah kreativitas dalam bersosialisasi. Menurut Robbins, organisasi sebagai kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama. Dari definisi tersebut menyatakan bahwa organisasi terbentuk dari kesadaran masing-masing individu yang ingin membentuk sebuah kelompok agar mempermudah dalam pencapaian tujuan bersama. Hal ini membuktikan bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran dari manusia lain. Golongan muda sering disebut sebagai golongan masyarakat yang mempunyai tenaga dan semangat yang besar dalam berbagai hal. Namun, jika tenaga dan semangat yang besar itu tidak diaplikasikan kedalam bentuk kegiatan yang baik maka hanya akan terbuang percuma. Penulis ingin mengangkat tema mengenai organisasi karang taruna yang merupakan wadah bagi para golongan muda untuk dapat menyalurkan tenaga, semangat, dan kreatifitasnya dengan sempurna. Seringkali banyak golongan muda yang tidak tahu harus berbuat apa dalam hidupnya karena kurangnya pengalaman. Dari sini karang taruna juga mampu dijadikan sebagai wadah pembinaan bagi kaum muda yang masih labil dalam menjalani hidup.
1.2 TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap pembaca atau orang lain mengenai organisasi terutama organisasi karang taruna yang menjadi studi kasus dari penulis.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Dari penjelasan diatas, maka kami merumuskan dan mengambil suatu objek dari organisasi karang taruna di kawasan cibubur, RW 04 ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
Apa pengertian dari organisasi?
Bagaimana sejarah organisasi karang taruna RW 04?
Bagaimana struktur organisasi karang taruna RW 04?
Apa faktor penghambat dan pendorong organisasi karang taruna RW 04?
Apa visi dan misi organisasi karang taruna RW 04?

BAB II. PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN ORGANISASI
Untuk dapat memahami organisasi, kita harus mengetahui terlebih dahulu beberapa teori dari beberapa tokoh. Pertama, menurut Michele Handel, organisasi adalah kelompok yang diorganisasikan dengan sengaja, dimana kelompok tersebut memiliki tujuan yang nyata dan spesifik, didesain untuk hidup lebih lama dari individu, memiliki seperangkat aturan formal, dan secara relatif organisasi mempunyai struktur kekuasaan, peran dan tanggung jawab yang bebas dari karakteristik personal tertentu. Kemudian yang kedua, menurut Robbins organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama Jadi, secara umum organisasi adalah suatu wadah yang berisikan kumpulan individu yang memiliki visi, misi, dan tujuan bersama.
2.2 SEJARAH TERBENTUKNYA ORGANISASI KARANG TARUNA RW 04
Bermula dari kelompok pertemanan anak-anak yang tumbuh hingga menjadi remaja bersama di dalam sebuah komplek perumahan karang taruna RW 04 terbentuk. Keinginan bersama untuk dapat menunjukkan eksistensi sebagai kelompok dalam bentuk yang positif, membuat mereka memutuskan untuk membentuk sebuah organisasi yang diberi nama karang taruna RW 04. Setelah dibentuk atas keputusan bersama dan mendapat persetujuan ketua RW setempat, maka dibentuklah badan pengurus harian dan struktur organisasi ini dengan mendapat bimbingan dari ketua RW setempat. Sesuai dengan keinginan dan cita-cita untuk menunjukkan eksistensinya, hal yang pertama kami lakukan adalah dengan mengadakan acara menyambut HUT RI yang kebetulan waktunya adalah sebulan setelah terbentuknya organisasi ini. Dari kesuksesan acara yang kami rencanakan tersebut, organisasi ini terus berkiprah hingga sekarang membantu masyarakat sekitar dalam berbagai hal seperti membantu acara hajatan, pernikahan, dan sebagainya.
2.3 STRUKTUR ORGANISASI KARANG TARUNA RW 04
Dari Bentuk struktur sederhana yang dibuat oleh badan kepengurusan organisasi karang taruna RW 04, dapat kita lihat masih terbilang sangat minimalis. Anggota dari organisasi ini hampIr 80% adalah teman sepermainan sejak kecil hingga dewasa saat ini dan bertempat tinggal di RW 04. Organisasi ini juga tidak melarang orang lain selain warga RW 04 untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Oleh karena itu, karang taruna RW 04 melakukan sistem open recruitmen yang ditujukan untuk golongan muda yang mau berbagi dan mencari pengalaman baru disana. Tidak ada persyaratan khusus untuk dapat bergabung dalam organisasi kepemudaan ini. Hingga tahun 2011 ini, total seluruh anggotanya berjumlah kurang lebih 77 orang. Hasil total anggota ini merupakan jumlah anggota aktif dan pasif, dengan jumlah laki-laki 40 orang dan perempuan 37 orang.
2.4 FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG ORGANISASI KARANG TARUNA RW 04
Dalam membangun sebuah organisasi tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat kemudahan untuk mengembangkannya, namun terdapat pula kelemahan yang mampu membuat organisasi ini sulit berkembang. Berikut adalah pengalaman kakak saya yang juga merupakan anggota karang taruna RW 04. Faktor penghambatan dari berkembangnya organisasi ini adalah sulitnya mendapatkan anggota baru dan kekuatan ekonomi. Seperti kita tahu, bahwa kaum muda pada saat ini banyak yang sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan sekitar bahkan mungkin dengan tetangganya saja sudah acuh tak acuh. Rasa individualis membuat mereka seolah tidak membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Hal ini membuat sulitnya kaum muda dari RT atau RW tetangga untuk bergabung dalam organisasi dan bekerja sama jika mereka sudah mempunyai organisasi serupa. Kemudian tidak adanya keuntungan material jika mengikuti organisasi ini juga menjadi faktor kaum muda enggang bergabung. Banyak diantara mereka yang menganggap mengikuti karang taruna hanyalah membuang waktu dan tidak menghasilkan (uang). Memang, sepanjang keaktifan penulis hingga saat ini di karang taruna RW 04 tidak mendapatkan keuntungan materi secara langsung. Namun perlu diperhatikan oleh kaum muda bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna semua bersifat sosial dan jika mendapatkan sejumlah dana itu merupakan dana sukarela dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dan dana itu kami gunakan untuk keperluan eksistensi organisasi dan rekreasi serta alat untuk menunjang kreatifitas kami. Faktor pendorong organisasi ini adalah sikap peduli golongan tua atau para tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri yang member respon positif terhadap organisasi sehingga mendapatkan wejangan dan arahan agar organisasi ini tetap utuh dan kompak serta mampu melahirkan kreatifitas yang tinggi.
2.5 VISI DAN MISI ORGANISASI KARANG TARUNA RW 04
Organisasi yang terbentuk atas keinginan bersama tentunya mempunyai pandangan dan cita-cita bersama. Oleh karena itu, saya ingin menjelaskan visi dan misi dari organisasi karang taruna RW 04 yang menjadi studi kasus. Organisasi ini memiliki visi kreatifitas, jauh dari narkoba, taqwa, dan semangat yang tinggi dalam berbuat kebaikan. Kemudian misinya adalah menjadikan pemuda-pemudi dilingkungan RW 04 menjadi lebih mempunyai pengalaman dalam berorganisasi dan mempererat silaturahmi diantara mereka serta membantu masyarakat yang membutuhkan tenaga dan kreatifitas golongan muda. Visi dan misi dari organisasi ini sudah terealisasikan karena mereka benar-benar menjadikan citra pemuda-pemudi sebagai bagian dari masyarakat yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
BAB III. PENUTUP
Demikianlah makalah tentang organisasi karang taruna ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah pengetahuan kita yang tidak kita ketahui sebelumnya.
KESIMPULAN
Karang Taruna sebagai wadah pemuda Indonesia, yang merupakan lapisan terbesar segmen kependudukan di tanah air, melalui berbagai pendidikan dan ketrampilan diharapkan mereka menjadi aktif dan produktif dan pada akhirnya dapat hidup secara mandiri. Budaya organisasi yang terdapat pada karang taruna memang tidak seluruhnya tertulis, namun telah menjadi sebuah ikatan yang menjadi tolak ukur dalam berprilaku. Terdapat beberapa indikator dalam budaya organisasi diantaranya, pertama adalah kreatifitas masing-masing individu dalam menjalani kehidupannya, mereka berhak mengikuti organisasi lain asalkan tetap bertanggungjawab terhadap ketentuan organisasi. Kedua, adanya sikap toleran diantara anggota bila salah satu anggotanya melakukan kesalahan dalam berupaya melakukan sebuah inovasi. Ketiga kepemilikan hak dan kewajiban yang sama dalam berorganisasi. Terakhir yang keempat adalah adanya sistem penghargaan bagi anggota yang baik dalam mengikuti aturan dan tugas dan sangsi bagi anggota yang lalai dalam mengikuti aturan dan tugasnya.
SARAN
Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Dengan adanya organisasi karang taruna ini, saran saya adalah dapat menumbuhkan tali persaudaraan dan rasa kesatuan antara sesama masyarakat. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama antara setiap anggotanya.
DAFTAR PUSTAKA
Proposal karang taruna RT 012, RW 04 Cibubur – Jakarta Timur

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s