Wall – E

Wall – E

 

Wall.E berkisah sebuah robot yang tinggal sendiri dengan sahabatnya seekor Kecoak. Tinggal  di bumi yang sudah ratusan tahun ditinggalkan oleh manusia akibat bencana yang menyerang bumi, sehingga bumi pun tak layak tinggal lagi bagi organisme kehidupan (manusia, tanaman, hewan) .

Sebuah film Masterpiece lagi buatan Disney/Pixar. Film garapan sutradara Andrew Stanton ini tidak kalah larisnya dengan film terdahulunya yang sukses marauk penghargaan tyaitu film Finding Nemo. Di tengah kehadiran animasi film yang terlalu banyak mengetengahkan Binatang sebagai tokoh ceritanya, Andrew berani mengangkat kembali tema Robot & Manusia di Wall.E , hasilnya? tidak mengecewakan!

wall-e merupakan film animasi panjang ke-9 yang diproduksi pixar untuk walt disney dan kali ini merupakan kisah cinta yang menyentuh antar dua robot dari generasi yang jauh berbeda.
dikisahkan, bumi telah begitu tercemar sehingga manusia memutuskan untuk mengungsi ke luar angkasa selama lima tahun, sementara bumi akan dibersihkan oleh sekelompok robot pembersih bernama wall-e (waste allocation load lifter earth-class). setelah sekian tahun berlalu, yang tersisa di bumi tinggallah sebuah robot wall-e yang masih mampu beroperasi serta seekor kecoa yang menjadi teman bagi wall-e.
hidup dalam kesendirian yang begitu lama membuat wall-e seakan-akan memiliki emosi, gemar mengkoleksi benda-benda aneh serta menonton adegan dari potongan video musik hello dolly dari tahun 1969. film tadi menjadikan wall-e percaya bahwa cara untuk menunjukkan rasa sayang adalah melalui gandengan tangan.
kesendirian wall-e akhirnya berakhir saat kedatangan robot eve (extraterrestrial vegetation evaluator) yang dikirim koloni manusia di angkasa luar dengan misi khusus, mencari tanda-tanda kehidupan dari bumi. wall-e segera jatuh cinta pada eve, tetapi sebelum kedekatan antara keduanya berlanjut, eve secara tidak sengaja berhasil menuntaskan misinya dan dibawa kembali ke axiom, koloni manusia di luar angkasa. wall-e yang sudah begitu cinta pada eve ikut terbawa ke axiom saat mencoba ‘menolong’ eve. dari sini, kisah makin berkembang dengan banyak kisah kejutan, intrik politik (ala pixar, tentunya), kritik akan polusi dan kerusakan alam yang disebabkan manusia serta pertanyaan apakah cinta wall-e dapat menyatukannya kembali dengan eve.
dengan produksinya yang kesembilan ini memperlihatkan betapa jauhnya loncatan yang ditunjukkan pixar tidak hanya dalam hal visualisasi animasinya, tetapi juga dalam pengolahan cerita yang benar-benar mengaduk-aduk perasaan penontonnya. dan yang paling mencengangkan adalah karena semua hal ini terutama dicapai melalui sosok-sosok robot yang memiliki penampakan tidak terlalu antropomorfis, berbicara dengan suara dan dialog yang tidak terlalu jelas dan mampu menampilkan emosi-emosi melalui ekspresi dan gesture tubuh.
misalnya pada adegan pembuka, saat kita menyaksikan keseharian kehidupan wall-e sebagai satu-satunya ‘makhluk hidup’ yang tersisa di bumi, bagaimana dia bekerja dan bermain seorang diri, mengumpulkan benda-benda yang menarik perhatiannya, pertemanannya dengan seekor kecoa hingga hobinya saat menonton potongan film hello dolly. rasa iba, haru, sedih, kagum hingga bahagia seakan campur aduk dan muncul silih berganti.

‘chemistry’ yang terjadi antara eve dan wall-e pun begitu memikat, khususnya bagaimana perilaku wall-e yang lebih banyak didorong oleh ’emosi’ perlahan-lahan mampu masuk ke dalam kepribadian eve yang lebih mirip ‘mesin’: dingin dan hanya mementingkan penyelesaian tugas sesuai sop. tidak ada kesan dipaksakan, hingga adegan saat eve mati-matian membela dan mencoba menyelamatkan wall-e di akhir cerita menjadi terasa begitu manusiawi.
dari sisi penceritaan, meski tema besar wall-e adalah kisah cinta, di dalamnya juga dipenuhi beragam pesan, kritik, sindiran bagi manusia yang akhirnya terlena oleh buaian kondisi dan teknologi yang semakin maju sampai pada satu titik ketergantungan yang begitu parah. tetapi secara bijak pula wall-e memberikan satu insight bahwa manusia memiliki kapasitas yang luar biasa saat ia memiliki niat yang kiat untuk berubah. sepanjang film berdurasi 97 menit ini, kita disuguhi banyak kejutan-kejutan dalam rangkaian ceritanya, bagaikan menaiki roller coaster beragam emosi. ada beberapa adegan yang begitu menyentuh yang mungkin membuat kita secara tidak sadar menjadi berkaca-kaca. bagi saya, wall-e adalah satu dari sedikit film-film animasi yang bisa menimbulkan rasa haru yang begitu dalam.
sebagai sebuah film animasi, wall-e seakan-akan menjadi ajang pembuktian tentang kapasitas yang begitu besar yang dimiliki oleh medium animasi. tidak hanya ia mampu menampilkan satu tampilan animasi yang begitu memikat, tetapi juga mampu mengaduk-aduk emosi penonton, memberikan pesan yang jelas tentang apa itu eksistensi manusia dalam menjalani hidup dan menjaga bumi kita tercinta ini.

SINGKAT CERITA :

Ini merupakan kisah dimana bumi sudah dianggap tidak layak untuk menjadi tempat tinggal manusia dan bumi berubah menjadi tumpukan sampah yang tidak dapat diaur ulang akibat kemajuan teknologi yang begitu pesat. Manusia sudah berusaha untuk mencari planet lain untuk tempat tinggal mereka. Akan tetapi tidak ada palnet yang seperti bumi. Mereka akhirnya memutuskan untuk menciptakan pesawat luar angkasa untuk tempat tinggal mereka sementara karena manusia membuat robot yang ditinggal dibumi yang ditugaskan untuk membersihkan sampah tersebut dengan cara dipres dan diberi nama WALL-E.

Cerita bermula dari keseharian Wall.E di bumi sebagai robot penge-pak sampah (trash compactor) yang sehari2 hidup hanya berdua dengan seekor Kecoak sahabat sejati. Memang heran sih setelah membaca yang sebelumnya bahwa bumi sudah tidak layak ditempati oleh organisme kehidupan yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Tetapi mengapa kecoak masih ada yah?? Yaaa ituu mungkin karena kecoak adalah binatang prasejarah yang dapat melewati berbagai macam bencana dan dpat hidup dengan kondisi lingkungan seperti apapun. Jadi maklum-maklum saja dan tak perluy dipusingkan.

Ditinggalkannya bumi oleh manusia menyebabkan banyak barang yang tertinggal terbengkalai dan menumpuk menjadi sampah. Sehingga Wall-e tarkadang mengambil beberapa dan menyimpannya di gubuk tempat ia tinggal yang ia jadikan sebagai koleksi pribadi yang dapat menghiburnya didunianya yang sepi. Misalnya seperti, iPod peninggalan manusia yang ia jadikan video player.

Satu hal yang unik dari wall-e yang perlu diketahui adalah ketika wall-e mencharge batrenya dia menggunakan matahari untuk mengisinya. Dan ketika daya energinya sudah terpenuhi, maka akan terdengan bunyi “JREENG” sebuah suara khas yang sering terdengar ketika computer dinyalakan.

Sehingga suatu hari sebuah pesawat luar angkasa datang dengan robot misterius bernama Eve, yang bertugas menyelidiki kehidupan di bumi. Wall.E pun merasa jatuh hati pada eve. Segala cara dilakukan agar bisa menarik simpati eve, sehingga dengan melihat tingkah laku walll-e difilm dapata membuat tersenyum dan ketawa yang dihadirkan sebagai selingan humor dan komedi. Hingga akhirnya Eve dan Wall-E berkenalan dan mereka pergi kerumah wall-E ternyata Wall-E memiliki tanaman kemudian ditunjukan kepada Eve teman barunya itu. Tak lama Eve terkaget dan memasukan tanaman kecil itu kedalam tubuhnya robot Eve mati untuk menanti dijemput kembali oleh pesawat luar angkasa. Pesawat pun datang ternyata Wall-E mengikuti pesawat tersebut dan meningglakan bumi karena dia jatuh cinta pada Eve.

Tibalah Wall.E di sebuah pesawat induk lluar angkasa yang jauhhhh lebih besar, bernama AXIOM. Wall-e tercengang melihat dalam pesawat ternyata banyak sekali manusia yang menggunakan kursi roda tetapi tak ada rodanya, maamkai baju yang sama, dan berkomunikasi menggunakan komputer dengan waktu siang dan malam yang sudah diatur oleh seorang kapten dan pilot otomatis yang dipanggil Auto. Manusia bumi yang mengungsi dipesawat ini ketika dunia “kiamat”. Tinggal dipesawat ini manusia selalu dimanjakan oleh robot & teknologi, akibatnya semua manusia yang masih ada menjadi Gemuk bahkan terlalu gemuk, sehingga malas untuk melakukan sesuatu kegiatan  / bahkan hanya untuk sekedar berjalan- berjalan. Disini walau terlihat animasinya tidak terlalu spektakuler, namun Andrew bis mengemas tata letak, pewarnaan, dan animasi khas Pixar menjadi sesuatu yang hidup, sesuatu yang kaya warna, sesuatu yang membuat kita mengenyampingkan kenyataan bahwa ini sebuah film kartun. Keberadaan tanaman yang dibawoleh eve dari tempat wall-e menjadi kabar gembira bagi kapten, karena menandakan bumi bertai masih menjadi tempat kehidupan, akan tetapi Auto telah disetting untuk melarang setiap kapten untuk kembali kebumi dengan alasan bumi sudah tidak bisa ditempati.

Pertarungan pun terjadi antara Auto dan kapten secara sengit yang dimana kapten mendapat bantuan dari Wall-E dan Eve akan tetapi Auto memiliki anak buah robot yang juga membantunya. Manusia disini juga berjuang untuk berdiri dan jalan karena mereka dimanjakan dengan teknologi.

WALL-E trek Hawa ke kamar Kapten McCrea (Jeff Garvin), yang hanya sebagai inert dan melayani sebagai manusia lain. McCrea bingung tapi gembira tentang Operasi Re-menjajah yang dimasukkan ke dalam tindakan oleh EVE cari. Tapi ketika MccCrea mengaktifkan kembali EVE dan perintahnya untuk menghasilkan tanaman, itu hilang. perintah McCrea EVE dan WALL-E yang akan diambil untuk perbaikan, tetapi, setelah mereka telah meninggalkan, memutuskan untuk mendidik dirinya sendiri tentang bumi. Di teluk perbaikan, WALL-E EVE keliru mengira sedang dirugikan oleh kru perbaikan dan menggunakan meriam plasma untuk menyelamatkan dia, secara tidak sengaja melepaskan robot lain yang telah diambil untuk diperbaiki. Selama pelarian, robot keamanan mengambil foto mereka, komputer kapal mengumumkan kepada manusia bahwa EVE dan WALL-E adalah robot pemberontak. Marah, EVE mengambil WALL-E ke sebuah pod melarikan diri untuk mengirim dia kembali ke bumi. Sebelum dia dapat menempatkan dia di polong, mereka melihat pesuruh tempat tanaman di polong melarikan diri. Setelah daun pesuruh, WALL-E pergi untuk menyelamatkan tanaman tetapi meledak ke angkasa.Sebelum polong diri-destruct, WALL-E menggunakan menetas darurat melarikan diri dan alat pemadam api untuk keluar dari polong dengan tanaman. Menggembirakan, EVE bermain di ruang dengan WALL-E dan bahkan memberinya apresiatif listrik “ciuman.”
Menggunakan gorong-gorong sampah, EVE dan WALL-E menyelinap masuk ke kabin McCrea untuk memberinya tanaman. Tapi AUTO, sistem auto pilot kapal, mengungkapkan itu adalah orang yang mencuri tanaman sebelumnya. Ini tidak berniat memungkinkan kembali ke bumi karena direktif berabad-abad yang dikeluarkan saat Bumi diyakini dihuni secara permanen. AUTO ledakan WALL-E, EVE dan pabrik kembali ke dalam gorong-gorong sampah dan membatasi McCrea ke kamarnya. WALL-E dan EVE hampir melarikan diri ditembak ke dalam ruang dengan sisa sampah tetapi WALL-E rusak parah. Sementara itu, McCrea sudah tahu untuk kembali ke sistem komunikasi kapal dan memberitahu EVE dan WALL-E untuk menuju pusat geladak kapal, di mana mesin khusus akan kembali kapal ke bumi ketika tanaman ditempatkan di dalamnya. Dengan bantuan robot mereka dibebaskan sebelumnya, WALL-E dan EVE membuatnya ke geladak pusat dimana mesin khusus telah meningkat dari platform. AUTO mencoba untuk memaksa mesin kembali ke platform tetapi dicegah oleh WALL-E. McCrea berhasil berdiri sendiri dan menutup dari AUTO. EVE menempatkan tanaman dalam mesin khusus dan Aksioma adalah dibawa kembali ke Bumi.
Akhirnya peperangan ini dimenangkan oleh kapten dengan segenap perjuangan kapten, Wall-e, Eve dan semua seisi pesawat dan kembali kebumi. Akan tetapi Wall-E lupa ingatan sebab dia disiksa dan alat ditubunya rusak total dan kemudian diganti oleh Eve dengan suku cadang dibumi dan Wall-E dapat mengingat semua kembali.

Film ini di buat memang berlatar sebuah kisah cinta. Sederhana memang. Tapi mengandung satu pesan moral yang sangat penting yang diberikan oleh pembuat film, bahwa kita sebagai makhlk hidup terutama manusia yang banyak menikmati dan sangat membutuhkan bumi. harusnya menjaga, melestarikan dan menyayangi bumi tempat kita berpijak. Sebab, jika kita mengacuhkan bumi kita dan tidak merawatnya, maka bisa mengakibatkan bumi ini rusak, bumi ini tidak menjadi tempat tinggal yang layak. Dan akan kemana lagi kita  mau tinggal??

referensi :

http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2522802222658142669

http://pythaijo.blogspot.com/2009/02/wall-e.html

http://aniqmurni.wordpress.com/2010/03/08/resensi-film-wall-e/

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s