LEBIH RENDAH DARI PARA MALAIKAT.

LEBIH RENDAH DARI PARA MALAIKAT.

Manusia adalah makhluk tunggal. Mereka memiliki sesuatu yang istimewa yang menjadikannya berbeda, sehingga mereka tidak sama dengan binatang. Mereka bukanlah sesuatu hal yang untuk dipandang atau dilihat saja, tetapi naluri mereka bisa dikatakan sama dengan binatang.  Akal pikirannya tajam dan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan selalu mencari, bahkan ketika sudah tidak menemukannya tetapi mereka tetap melakukannya di setiap Negara di dunia.

Setiap pemandangan di dunia ini  saling berkesinambungan dan beradaptasi dengan serasinya, dimana hewan bertadaptasi dengan lingkungannya dan selalu berputar seperti itu sampai kembali menemukan posisi semulanya. Seperti landak yang sedang tertidur dan menunggu saat musim semi datang dan membangkitkan metabolisme tubuhnya untuk hidup kembali. Kicauan burung yang mengalahkan udara dan hinggap diantara bunga-bunga yang bermekaran. Kupu-kupu pun meniru menjadi daun dan mengelabui binatang buas serta predator lainnya. Lalat pun seperti antar jemput mekanik yang melewati tanah di musim semi.

Jadi jutaan tahun yang lalu saat evolusi telah mengubah para makhluk hidup untuk saling beradaptasi akan sutau lingkungan. Tetapi alam yang melakukan evolusi secara biologi manusia tidak dapat beradaptasi pada satu lingkungan khusus.  Diantara mereka menyesuaikan untuk semua kondisi. Diantara kebanyakan binatang dimana sering mengambil langkah seribu, terbang, bersembunyi dan berenang di sekitar kita, hanya manusia yang tidak pernah mengunci salah satu cara mereka dalam menaklukan bentang alam. Dalam imajinasinya,  kehalusan emosionalnya dan kekuatannya, membuat mereka tidak mampu untuk menerima keadaan alam dan berusaha mengubahnya. Dalam hal  ini dimana manusia dari umut ke umur atau dari waktu ke waktu mulai mengubah sesuatu terhadap lingklungannya untuk kenyamanannya sendiri. Ini adalah perbedaan dari sebuah evolusi yang tidak secara biologi tetapi dari evolusi kebudayaan. Saya menyebutnya rangkaian cerdas sebuah kebudayaan puncak dari pendakian seorang manusia.

Saya menggunakan kata-kata “ascent” atau pendakian dengan pengertian yang sangat berharga. Manusia itu sangat mulia daripada binatang lainnya dari sebuah pemberian imajinatif. Mereka dapat menyusun rencana, membuat penemuan, membuat penemuan-penemuan baru menjadi sebuah judul dan penetrasi, selama mereka belajar untuk mengubah apa yang mereka punya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Jadi penemuan hebat dari waktu yang berbeda dan kebudayaan yang berbeda secara teknik, secara ilmiah, secara kesenian mengekspresikan kemajuan mereka menjadi sesuatu yang lebih kaya dan lebih rumit daripada kemampuan manusia untuk naik.

Dan tentu saja hal ini sanagat berpengaruh, bahkan dapat menarik perhatian ilmuwan di dunia, yang pada akhirnya modernisasi dapat berjalan. Seperti berpikir bagaimana caranya sebuah kode hereditas (faktor kelahiran) spiral DNA dalam  dapat mengubah suatu kaum : atau pergi bekerja untuk menggunakan kemampuan. Berpikir bagaimana sebuah filosofi dapat memandang hingga ke Teori Relativitas atau beberapa menit kebiasaan dari pengukuran atom.

Dalam pencapaian seorang manusia dan partikel-partikel dalan ilmu pengetahuan bukanlah seperti konstruksi museum yang harus diselesaikan. Ini adalah sebuah proses, dimana dalam eksperimen pertama memiliki tempat formulasi dalam sebuah kimia dan penghitungan canggih dari seorang astronom Mayan dari Amerika Tengah dan menciptakannya sendiri untuk mengubah dunia.

Di setiap jalannya umur terdapat satu titik poin, jalan baru dalam melihat dan menegaskan sebuah koherensi dari sebuah dunia. Selama mengikuti titik poin tersebut dan meneruskan dari kebudayaan-kebudayaan, saya menyarankan untuk mengikuti sejak awal tetapi tidak mengikuti seketat dalam kronologisnya, karena sesuatu yang menarik disini adalah bagaimana sejarah dari seorang pemikiran manusia yang tidak menutup kemungkinan perbedaan bakat atau talentanya. Saya menyarankan untuk menghubungkan dengan ide-ide disini dan bagian-bagian dari ide ilmu pengetahuan serta asal-usul mereka yang telah dikaruniai sifat dasar manusia dan dimana membuat manusia itu sebagai makhluk yang unik. Apa yang telah saya berikan, apa yag telah membuatku kagum selama bertahun-tahun adalah jalan dimana ide-ide dari manusia dan sifat dasar mereka pada alamnya.

Poin dari Charles Darwin mengatakan tentang Asal-Usul dari Spesies pada tahun 1859 dan kemudian ia mengeluarkan buku berjudul Garis Keturunan seorang Pria. Cerita-cerita kuno digunakan untuk mengambil makhluk ke dalam umur-umur emas dan indah, bentang dunia yang melegenda. Jika saya bercerita mengenai Gen pada saat ini, saya seharusnya berada di Kebun Eden. Tetapi ini bukanlah Kebun Eden. Dan saya belum bisa menjadi pusat dari sebuah dunia, tempat kelahiran para pria disinilah di Lembah Keretakan tepatnya di Afrika Timur dekat dengan equator (garis khatulistiwa). Menuruni lembah Omo, tebing, tempat tandus, merekam sejarah masa lalu seorang manusia. Dan jika ini adalah Kebun Eden, kenapa harus mengering selama jutaan tahun yang lalu. Saya telah memilih tempat ini karena disini memiliki struktur yang unik.

Hewan-hewan adalah sesuatu yang sangat mengejutkan, karena pada saat mereka hadir, mereka hanya mengalami perubahan sedikit dalam hidupnya. Disaat kami menemukan mereka di endapan (lumpur) kira-kira dua milyar tahun yang lalu dalam bentuk makhluk fosil mereka yang menjadi seorang manusia dan kami dikejutkan adanya perbedaan antara kerangka kita dan kerangkanya (hewan tersebut) dengan melihat kerangka tengkoraknya. Jadi secara alamiah kita mengharapkan bahwa binatang di padang rumput juga sangat berubah. Tetapi fosil yang telah ditemukan di Afrika tidak terlihat seperti itu. Fosil itu terlihat seperti pemburu yang memiliki tanduk sama seperti rusa. Para leluhur yang dulu memburunya tidak menyadari bahwa itu adalah Topi pada jaman sekarang. Tapi mereka menyadarinya bahwa pemburuan hari ini masih hitam atau putih sebagai keturunannya.

Evolusi manusia dimulai saat Afrika mengalami perubahan iklim : danau-danau mulai menyusut (tidak ada air lagi), hutan berubah menjadi padang gurun karena kekeringan. Dan menjadi bukti beruntungnya seorang manusia tidak bisa beradaptasi dengan baik dalam kondisi seperti itu. Dalam cuaca seperti ini, dapat bertahan hidup sangat mahal harganya dan itu akan membunuh mereka. Saat para hewan seperti zebra Grevy mampu beradaptasi di padang gurun, ini menjadi tangkapan yang bagus di waktu seperti ini.

Salah satu konsentrasi utama dalam evolusi adalah kepalanya, karena pada kepalanya banyak mengalami perubahan yang paling jauh dan paling formatif. Beruntunglah, tengkorak yang ditemukan pada fosil terakhir bukan merupakan organ yang lembut (tidak mudah hancur) walaupun kurangnya informasi mengenai otak dari tengkorak tersebut yang menjadi hal penting untuk kita tetapi kita bisa melihat dari ukuran tengkorak tersebut untuk mengetahui kepintaran dari makhluk fosil tersebut. Kemudian beberapa fosil tengkorak ditemukan di Afrika Selatan pada lima puluh tahun terakhir yang membentuk sebuah struktur karakteristik dari sebuah kepala saat mereka mulai menyerupai manusia.

Hingga saat ini Dart menyadari dua keistimewaan bentuk wajah. Satu diantaranya memiliki lubang di tengkorak, bahwa tulang belakangnya muncul sampai ke tengkorak bagian belakang mendekati otak. Seperti seorang anak kecil yang sedang memegang kepalanya hingga ke atas. Dan salah satu yang mirip dengan pria ini lebih menyerupai seekor monyet atau kera yang memiliki kepala yang menggantung ke depan dari tulang belakang dan tidak tegak pada atasnya. Dan perbedaan yang terlihat selain bentuk kepalanya adalah giginya. Gigi selalu menceritakan cerita yang sesungguhnya. Gigi mereka kecil-kecil dan bentuknya kotak-kotak, dan mereka hanya memiliki gigi seperti anak kecil yaitu gigi susu yang tidak begitu kuat, bertarung dengan menggunakan gigi taringnya seperti kera. Yang artinya mereka memiliki wajah yang memakan dengan menggunakan tangannya dan tidak langsung menggunakan mulutnya. Dan pembuktian gigi tersebut memungkin mereka untuk memakan daging, daging mentah dan menggunakan tangan sebagai makhluk yang hampir mampu menggunakan peralatan dengan baik, alat batu seperti kerikil, pisau batu, untuk memotong dan berburu.

Dart menamakannya dengan Australopithecus dan ini bukanlah nama kegemarannya, arti dari nama ini adalah kera selatan, tetapi Dart merasa bingung menamakannya karena untuk pertama kalinya bentuk ini bukanlah seperti kera. Saya mengira bahwa Dart lahir di Australia dan memasukkan negara kelahirannya sebagai nama dari penemuannya.

Butuh waktu sepuluh tahun untuk menemukan tengkorak lainnya (tengkorak dewasa) dan tidak sampai tahun 1950 akhirnya rangkaian fosil Australopitechus dapat disatukan. Dimulai dari Afrika Selatan kemudian berpindah ke utara menuju Olduvai Gorge di Tanzania dan yang terbaru ditemukan di Danau Rudolf.

Untuk saya, bayi Australopithecus memiliki sejarah sendiri. Pada tahun 1950, saat arti dari manusia belum dapat diterima, saya bertanya untuk menyusun pecahan-pecahan matematika ini. Saya dalam empat puluh tahun menyerahkan hidup untuk memecahkan masalah perhitungan ini, tiba-tiba melihat pengetahuan saya kembali ke masa dua juta tahun yang lalu dan bersinar saat mencari sejarah mengenai manusia. Ini sungguh fenomenal.

Dan dari momen tersebut, saya total berkomitmen untuk memikirkan tentang apa yang membuat manusia berpikir apa itu dirinya : dalam pekerjaan ilmiah dan saya telah menyelesaikannya, literatur telah saya tuliskan dan telah saya programkan. Saya tidak mengetahui bagaimana bayi Taung pertama kali memulai hidupnya, tetapi untuk saya ini seperti kembali ke bayi primordial dari sebuah petualangan bagaimana manusia itu dimulai.

Bayi manusia, kebiasaan manusia adalah seperti rangkaian antara hewan dan malaikat. Sebagai contoh, refleksi bagaimana bayi menendang pada saat di dalam rahim ibu (semua ibu pasti mengetahuinya dan merasakannya) sama seperti halnya vertebrata. Bayi memulai bersikap seperti manusia pada saat ia berumur empat belas bulan karena pada saat itu bayi memulai melangkah.

Semua manusia bertingkah seperti kembali ke bagian dirinya yang seperti hewan. Kita harus berusaha untuk bersikap dingin dan memperlihatkan wajah kesendirian jika kita ingin memutuskan hubungan darah dalam hidup. Pemikiran seorang atlete adalah membangun kemampuannya dan memperbaiki kesalahannya dalam imajinasinya untuk membangun masa depannya.

Kepala bukanlah simbol dari gambaran manusia karena ini hanya sebagai tempat tinjauan masa depan dan evolusi kultural. Karena itu jika saya mengambil perjalanan manusia kembali ke masa lalu yaitu sebagai hewan, evolusi itu akan terbaca dengan mengikuti perjalanan tengkoraknya. Sayangnya, lebih dari lima puluh juta tahun yang lalu yang kita bicarakan ini, hanya enam atau tujuh tengkorak yang dapat teridentifikasi evolusinya.

Dimulai lima puluh tahun yang lalu dengan mengurutkan berdasarkan garis cabangnya yaitu dimulai oleh lemur. Fosil tengkorak dari keluarga lemur adalah Adapis dan ditemukan di Paris. Saat tengkorak ini mulai turun ke bawah kau akan melihat foramen magnum jauh ke belakang, seperti memiliki hubungan kesamaan mereka memakan serangga dan buah-buahan dan mereka memiliki lebih dari tiga puluh dua gigi sama seperti primata pada umumnya. Fosil lemur seperti memberikan sedikit tanda bahwa ia adalah primata, lemur adalah anggota keluarga dari monyet, kera dan manusia.

Dua juta tahun yang lalu, saat kita belum menjadi manusia. Lalu setelah satu juta tahun, barulah kita menjadi manusia, karena satu juta tahun yang lalu sebuah makhluk muncul yang nantinya akan dipanggil Homo Erectus. Dia berkelana jauh keluar Afrika.  Fakta klasik mengenai ini dapat ditemukan di Cina. Dia adalah Manusia Peking, berumur sekitar empat ratus ribu tahun dan dia adalah manusia pertama yang yang dapat menggunakan api.

Perubahan didalam Homo erectus membawa kita ke materi yang paling penting lebih dari satu juta tahun. Penerusnya yang paling kita ketahui dan pertama kali ditemukan  di Jerman seabad lalu : sebuah kerangka fosil klasik, dia adalah manusia Neanderthal. Dia sudah mempunyai tiga cabang otak, yang besar seperti manusia modern. Mungkin ada garis keturunan dari manusia Neanderthal yang sudah meninggal tersebut, tetapi ini sama saja dengan mengambil garis timur tengah dan menariknya ke kita dan manusia ini disebut dengan Homo sapiens.

Di suatu tempat lebih dari sejuta tahun yang lalu manusia mulai membuat perubahan dalam menggunakan peralatannya (kualitas) yang kiranya memberikan poin-poin perbaikan dalam biologis selama periode tersebut. Penemuan canggih yang lain dari segi biologis dan kultur (budaya) terjadi setengah juta tahun yang lalu bias melakukan lebih baik daripada mencopy batu kuno dan kembali pada jaman Australopithecus. Mereka membuat peralatan manipulasi yang jauh lebih baik dan yang terpenting dapat dipergunakan dengan baik.

Berburu tidak mendukung akan meningkatnya populasi di suatu tempat, batasan dari padang gurun tidak bisa lebih dari dua orang dalam jarak dekat. Jadi pilihan terbaik dari berburu adalah kelaparan atau berpindah tempat.

Mereka pun berpindah tempat dengan jarak yang luar biasa jauh. Jutaan tahun berlalu dan mereka berada di Afrika Utara. Selama tujuh juta tahun yang lalu atau mungkin lebih cepat, mereka sudah berpindah ke Pulau Jawa. Selama empat juta tahun mereka menyebar dan berbaris lurus ke utara, menuju Cina bagian timur dan Eropa bagian barat. Ini adalah imigrasi terhebat yang dilakukan manusia.

Jalan hidup manusia sendiri bergantung pada kultur fosil sekarag dan inilah cara mereka bertahan hidup. Hanya orang-orang yang tetap bertahan hidup seperti Lapps di kondisi yang sangat ekstrem di Scandinavia bagian utara yang mengikuti para rusa kutub hingga mereka bisa hidup seperti manusia es.

Walaupun rusa kutub adalah binatang liar, mereka selalu memiliki cara untuk mengontrol mereka dan cara seperti ini lah yang menjadi kebudayaan mereka, seperti contohnya mereka membuat kelompok sejumlah lelaki yang mengelola dan mengonsep serta menggembala hewan-hewan tersebut. Ini adalah hubungan yang sangat aneh. Adaptasi dari Lapps lebih bebas daripada para rusa kutub karena mereka memiliki mode dari hidup dan adaptasi kultur dan bukan melalui biologis. Adaptasi yang Lapps lakukan adalah mengubah hidup dan berpindah tempat yang tidak jauh dari es, ini adalah pilihan yang dapat mengubah mereka, ini adalah hal yang tidak dapat dirubah sebagai mutasi biologis. Untuk adaptasi biologis lahir dari sebuah kebiasaan, tetapi kebudayaan belajar dari kebiasaan dimana telah diadaptasi oleh banyak masyarakat.

Ini adalah perbedaan prinsip antara adaptasi budaya dan biologis, keduanya mendemonstarikan tentang Lapps. Membuat perlindungan dari rusa kutub dan bersembunyi adalah adaptasi yang dapat diubah oleh Lapps keesokan harinya, kebanyakan dari mereka melakukannya secepatnya. Perubahan biologis dari Homo sapiens tidaklah besar, karena kita agak dekat spesies homogennya dengan Homo sapiens karena kita melihat dunia lebih cepat daripada melihatnya dari sisi tengah.

Budaya manusia yang kita kenal terbentuk pada saat zaman es, dalam seratus atau mungkin lima puluh ribu tahun. Manusia bertahan dari zaman es karena kemampuannya dalam berpikir untuk mengenali penemuan-penemuan dan mengubah benda tersebut menjadi alat yang berguna bagi komunitas mereka. Ternyata zaman es sangat membantu bagi perubahan besar dalam cara manusia dapat hidup. Mereka dipaksa tergantung pada sedikit tumbu-tumbuhan dan banyaknya hewan. Perburuan yang ketat ditepian es dapat merubah taktik dalam berburu. Alternatif terbaik cara mereka berburu adalah mengikuti mereka dan jangan sampai kehilangan jejak dari buruan yang mereka incar dan dengan cara seperti ini mereka mempelajarinya, mengantisipasi dan pada akhirnya mengadopsi kebiasaan mereka, termasuk cara migrasi mereka.

Perbedaan genetika diantara komunitas–komunitas ada pada skala sederhana. The lapps (orang-orang adat yang tinggal di sebelah utara Swedia, Norwegia, Finlandia dan semananjung di Rusia) sudah tidak bertahan hidup secara biologis, namun dengan penemuan-penemuan mereka yang dengan imajinatif menggunakan kebiasaan rusa kutub, dengan merubahnya menjadi hewan pekerja dengan artifak dan kereta seluncur. Bertahan hidup di es tidak tergantung dari warna kulit, Lapps telah bertahan hidup, manusia telah bertahan hidup di zaman es, dengan bantuan penemuan terhebat pada masa itu API.

Api adalah symbol dari hati manusia, dan dari waktu Homo sapiens bermula untuk meninggalkan tanda tangan mereka tiga puluh ribu tahun yang lalu, hati tersebut adalah gua. Sekitar satu juta manusia, dalam beberapa bentuk yang dikenali, hidup sebagai penjelajah dan pemburu. Kita hampir tidak mempunyai patung dari periode prasejarah. Hanya pada saat masa itu berakhir diujung dari lembaran es eropa, kita menemukan tanda tangan berupa cap didalam gua seperti Altamira (disuatu tempat di Spanyol dan selatan Perancis) sebuah catatan dari apa yang membuat sesuatu dapat mendominasi pikiran manusia dalam berburu. Lukisan gua, yang mana dibuat sekitar dua puluh ribu tahun yang lalu, sesuai untuk keseluruhan dasar  dari budaya manusia.

Hal yang sangat jelas untuk dikatakan adalah bahwa hewan, ditempat ini dalam pendeskripsian manusia gua itu adalah sakti. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah benar adanya tapi sakti itu hanyalah sebuah kata, bukan sebuah jawaban.  Sakti adalah sebuah kata yang yang tidak dapat menjelaskan apapun. Dikatakan bahwa manusia mempercayai bahwa hewan memiliki kekuatan, tapi kekuatan apa? Kita masih ingin mengetahui kekuatan apa yang membuat para pemburu ini percaya akan apa yang mereka dapat dari lukisan yang mereka buat.

Disini saya akan memberikan pandangan pribadi saya. Saya pikir kekuatan yang ditunjukkan oleh hewan tersebut adalah kekuatan mengantisipasi, kekuatan dalam hal melihat kedepan. Para pemburu ini melihat bison, rusa, dia melihat babi hutan, rasa takut telah memberikan kepadanya; tombak untuk bertahan hidup, dengan pengalaman yang sudah dia miliki, maka ia tidak perlu takut lagi.

Seni dan ilmu pasti adalah sesuatu yang unik, diluar jangkauan dari segalanya tentang apa yang bisa hewan lakukan. Kekuatan untuk menggambarkan masa depan, untuk meramalkan mengenai apa yang akan terjadi, dan rencana apa yang dibuat untuk mencegah hal buruk itu terjadi, dan untuk menghadirkannya dalam bentuk gambar dan bergerak masuk kedalam kepala kita,

Kita disini juga melihat menggunakan teleskop imajinasi, imajinasi tersebut adalah sebuah teleskop didalam waktu, kita melihat kembali kepada pengalaman masa lalu. Laki-laki yang yang membuat lukisan ini laki-laki yang menghadirkan, melihat melalui teleskop langsung. Mereka meihat maju bersamaan dengan pendakian manusia karena apa yang kita panggil evolusi budaya adalah hal paling mendasar dari sesuatu yang konstan, tumbuh dan melebar dari imajinasi manusia.

Manusia yang membuat senjata dan lukisan, sebenarnya mereka melakukan hal yang sama dan mengantisipasi masa depan sebagai satu-satunya hal yang bisa manusia lakukan, menyimpulkan apa yang datang dari sini. Manusia memiliki kemampuan luar biasa dengan seluruh akal dan pikirannya mampu membuat sesuatu yang bahkan hamper mustahil dibuat. Tapi itulah manusia dengan sifat alaminya sering kali berpikir bahwa kitalah makhluk paling sempurna dengan berbagai kemampuan dengan berbagai keahlian tanpa berpikir darimana asal dan awal mula kita bisa menjadi manusia sempurna.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s